TAHAPAN KAMPANYE PILGUB JATIM DIMULAI, HARI LIBUR NASIONAL DAN KEAGAMAAN DISEPAKATI TIDAK BOLEH KAMPANYE

Insert: KPU JATIM saat bimbingan teknis kampanye PILGUB JATIM 2018

Surabaya, kpujatim.go.id– Tahapan kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) 2018, resmi berjalan mulai Rabu (15/01). Dari hasil rapat koordinasi yang telah dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim) dengan kedua pasangan calon dan stakeholder, disepakati hari libur nasional dan keagamaan tidak diperbolehkan untuk melakukan aktivitas kampanye.

Divisi SDM dan Parmas KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro menyatakan, pihaknya sudah melakukan beberapa kali koordinasi dengan tim penghubung (LO) kedua pasangan calon (paslon) terkait jadwal kampanye. Dalam pembahasan, muncul usulan kalau ada beberapa hari libur nasional.

Selanjutnya, ada pertanyaan terkait hari libur nasional itu apakah diperbolehkan kampanye atau tidak. Kesepakatan bersama, akhirnya diputuskan tidak diperbolehkan ada aktivitas kampanye,” ujarnya.

Pria yang akrab dipanggil Gogot ini menjelaskan, setidaknya ada 10 hari libur nasional dan keagamaan yang ada di kalender selama tahapan Pilgub Jatim 2018. Terdekat, pada Jum’at (16/02) besok terdapat hari libur keagamaan yakni Hari Imlek yang akan dirayakan dan menjadi agenda hari libur nasional.

Pertimbangan lain, kenapa disepakati agar saat hari raya keagamaan tidak diperkenankan untuk kampanye, lebih pada saling menghormati dan menjunjung toleransi. Terlebih, menurut Gogot hari libur nasional juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 terkait kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum.

Dalam pasal 9 ayat 2 undang-undang tersebut jelas sudah diatur, yakni penyampaian pendapat di muka umum sebagaimana dimaksud dapat dilaksanakan ditempat-tempat terbuka untuk umum kecuali pada hari besar nasional.

“Jadi Kami berharap kedua pasangan calon untuk saling menghargai dan mentaati hari libur nasional dan keagamaan, dengan tidak melakukan aktifitas kampanye dalam bentuk apapun,” terang Gogot.

Dia menambahkan, seluruh bentu kampanye baik berupa kampanye terbuka, tatap muka dan turun ke kantong pemilih juga tidak diperkenankan dilakukan saat hari libur nasional dan keagamaan. Itu semua sudah disepakati dalam rakor dengan kedua tim pemenangan paslon, sehingga harus sama-sama mentaati.

“Kami memutuskan sesuai dengan hasil kesepakatan, sehingga tidak ada alasan untuk tidak mentaati aturan yang sudah disepakati,” terangnya.

Perlu diketahui, dalam tahapan kampanye Pilgub Jatim 2018, KPU Jatim mengagendakan Deklarasi Kampanye Damai di Maspion Square, Minggu (18/2) nanti. Agenda yang melibatkan paslon dan pendukungnya itu, nantinya juga akan dilaksanakan bersamaan dengan KPU Kabupaten/Kota se-Indonesia.

KPU Jatim sendiri, akan mengemas acara Deklarasi Kampanye Damai dengan suasana yang berbeda. Simpatisan dan pendukung masing-masing paslon, nantinya akan diberi kesempatan untuk menambilkan kreasi budaya dengan durasi yang sama. Terakhir, akan ditutup dengan pelepasan burung merpati dan balon udara sebagai simbol perdamaian.

“Nanti juga akan dibacakan deklarasi damai di hadapan kedua paslon, sekaligus ada pernyataan komitmen dari kedua paslon untuk kampanye damai,” pungkasnya. (Kpu-Jatim/zw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *