RPP Salah Satu Upaya Mencapai Target RPJMN 77,5 Persen Partisipasi

Palu, kpu.go.id – Rumah Pintar Pemilu (RPP) sebagai salah satu program unggulan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjadi bagian tidak terpisahkan dalam upaya peningkatan partisipasi masyarakat. Hal tersebut dalam rangka mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) partisipasi masyarakat dalam pemilu sebesar 77,5 persen.

Selain itu, KPU juga sudah melakukan kerjasama dengan Universitas Indonesia (UI) untuk penggunaan Sistem Informasi Partisipasi Masyarakat (Siparmas). Aplikasi ini dapat digunakan untuk merekam kegiatan-kegiatan KPU dalam peningkatan partisipasi politik masyarakat dalam pilkada dan pemilu.

Hal tersebut disampaikan Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan yang mewakili Ketua KPU RI saat membuka acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) RPP, Kamis (24/08) di Palu Sulawesi Tengah.

Kegiatan ini juga dihadiri Komisioner KPU RI Ilham Saputra dan Evi Novida Ginting Manik, serta Lukman Edi dan Fandi Utomo dari Komisi II DPR RI. Peserta rakornas ini terdiri dari Komisioner Divisi Pendidikan Pemilih dan Sekretaris dari 34 provinsi seluruh Indonesia, serta perwakilan KPU kabupaten/kota yang menjadi pilot project RPP.

“Aktifitas yang direkam Siparmas yaitu aspek kegiatan yang prakarsanya dari penyelenggara, kemudian prakarsanya dari masyarakat, pemerintah, atau pihak lain. Siparmas juga dapat menjawab tudingan bahwa KPU tidak ada pekerjaan saat tahapan pemilu berakhir, karena tahapan sosialisasi dan pendidikan pemilih akan terus berkelanjutan,” tutur Wahyu yang juga membidangi divisi pendidikan pemilih di KPU RI.

Wahyu juga mengungkapkan KPU akan menerapkan metode baru, yaitu sosialisasi dan pendidikan pemilih berbasis keluarga. Pada dasarnya konsep-konsep baru KPU ini adalah ide-ide besar dari divisi pendidikan pemilih KPU seluruh Indonesia yang dirangkum KPU RI dan akan diadopsi ke dalam Peraturan KPU.

Senada dengan Wahyu, Kepala Biro Teknis dan Hupmas Nur Syarifah juga menyampaikan pentingnya RPP ini sebagai tantangan dalam mencapai target RPJMN dan menyongsong pemilu 2019. RPP tidak sebatas bangunan saja, tetapi RPP adalah ruang yang penuh ide kreatif dan menarik bagi pemilih untuk meningkatkan partisipasi dalam pemilu.

“Rakornas ini juga untuk evaluasi sejauh mana kontribusi RPP yang dirintis sejak tahun 2015 ini terhadap pencapaian partisipasi pemilih. Sekaligus sebagai shopping list ide bagi KPU yang belum membangun RPP, mengingat pembangunan harus bertahap karena keterbatasan anggaran,” papar Nur Syarifah.

Melalui rakornas ini juga dapat diketahui permasalahan yang muncul dalam pembangunan RPP, tambah Nur Syarifah. Hasilnya dapat untuk menyusun kebijakan inovasi untuk menjadikan RPP menjadi sarana strategis bagi pemilih. (Arf/red. Foto Ieam/Humas KPU)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *