OPTIMALISME & PROFESIONALISME KERJA PPS (ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN)

Insert: Suasana Rapat PPS Dan PPK Sentol Laok

Pragaan, kpud-sumenepkab.go.id – PPS Sentol Laok beserta Staf dan PPDP datang memenuhi Undangan Ketua PPS di Kediàmannya dengan wajah sumringah, pasalnya Acara tersebut, adalah Penerimaan Honorium, sekaligus Rapat terkait Pilgup 2018, yang sudah di ambang pintu. Sebagai langkah mengoptimalkan Kerja dan Antisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan. Beginilah tradisi Diskusi PPS Sentol Laok, yang di Budidayakan sejak dilantik oleh KPU Sumenep. Acara tersebut di awali dengan Pembacan Sholawat Nariyah 21 kali, dengan harapan semoga Kegiatan ini berjalan lancar, beda Pilihan tapi tetap bersaudara, dapat Terealisasi sesuai dengan Azas Pancasila dan Amanah Undang-Undang KPU Tentang Pemilukada, Pileg, Pilpres. (26/03).

Memasuki Sesi Kedua, yaitu  Acara Diskusi, adapun inti sari dari  Pembahasan  adalah  :
yang Pertama : Kami (PPS) harus Bekerja secara Optimal dan Profesional, yang di maksud dengan Optimal adalah, segala daya dan upaya kita mempresentasikan dengan nyata dalam bentuk sikap dan prilaku, sehingga Realitas sikap dan Kinerja Kita bisa di ukur tingkat keberhasilannya, karena jika hanya dalam bentuk Epologi, Ide, Gagasan, Teori, maka Kwalitas Profesionalisme Kerja tidak dapat diuji. Sementara yang di maksud dengan Profesional adalah, melaksanakan Tugas sesuai dengan Aturan dan Norma yang ada, Aturan tersebut sebagaimana tertuang dalam UU KPU dan Buku Kerja PPS, sehingga dalam menjalankan Amanah sebagai PPS, ada pada rute Demokrasi yang Hakiki. Karena hanya orang-orang bodoh yang selalu melawan Aturan dan Norma. Seringkali Kita salah dalam menafsirkan Sukses atau berhasil, sehingga orang yang mengalah dianggap salah dan yang benar dicecar سبحان الله.

Baihaki,S.Pd.I Urusan Teknis PPS Sentol Laok Mengemukakan,” Solid dalam berkoordinasi dengan semua lapisan adalah hal penting, tapi jauh lebih penting Solid antara Niat, Emosional, Harapan, dan Praktek. Jika hal ini tidak Solid akan terjadi berpura-pura baik tapi jahat.

Kedua, selain harus Kerja Optimal dan Profesional, Kita (PPS) Sentol Laok harus memberikan keteladanan yang baik kepada Masyarakat Khususnya Warga Desa Sentol Laok, Keteladanan Bekerja, berfikir, berekspresi, termasuk keteladanan berpolitik, sebagaimana di Ajarkan Nabi Muhammad SAW. Keberhasilan Beliau dalam Memimpin Kota Mekkah dan Madinah penuh dengan Siasat, Teknik, Cara atau Metodologi berpolitik, tanpa memasukkan rasa Dendam, Licik, Munafik dan Fasiq. Maka tidak heran jika tidak sampai 1 Abad, sejak di Utusnya Beliau hingga Wafatnya, Islam sudah Menyebar di seluruh belahan Dunia. Ini tantangan bagi Kita sebagai PPS, yang Ruang dan Lingkupnya sempit (hanya 1 Desa) setidaknya kita harus mampu menjalankan tugas ini dengan baik dan benar.

Zaini Staf TU dan Keuangan menambahkan, mengajak kepada semua Anggota dan Staf termasuk PPDP, agar Tradisi Diskusi ini di Budidayakan, walaupun sebagian dari Kita tidak berlanjut ke Pileg atau Pilpres 2019. Kegiatan ini di anggap sebuah terobosan baru yang di rancang oleh Ketua PPS yang baru (Tidak Pernah menjabat sebagai PPS, Staf dan KPPS) pada Tahun-Tahun sebelumnya.

Setelah saling tukar Ide, tanpa terasa Waktu Maghrib sudah tiba, maka Ketua PPS Abdullah, S.Pd.I, segera menutup Acara tersebut dengan Penyerahan Honorium dan Menandatangani Bukti Penerimaan. (Sekretaris PPS Sentol Laok/Divsos/SU/KSM).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *