KPU Sumenep, Siap Kerja Profesional

Foto kpu jatim

Dari kiri: Muhammad Arbayanto, HM. Eberta Kawima, Gogot Cahyo Baskoro, Abuya Busyro Kariem, M. Subhan, A. Warits, Fajar Rahman.

Sumenep, kpud-sumenepkab.go.id- Manfaat dan kegunaan proses assessment untuk menilai pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan individu untuk keberhasilan kinerja di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Data yang dikumpulkan dari proses assessment merupakan data yang komprehensif, sehingga bisa digunakan sebagai pijakan untuk pengambilan keputusan terkait sumber daya manusia di KPU saat ini ataupun di masa mendatang. Demikian, penjelasan awal assessment di Aula KPU Sumenep, 23/6.

Komisioner KPU Provinsi Jawa Timur, Gogot Cahyo Baskoro menuturkan, dengan adanya proses assessment di tubuh KPU, secara tidak langsung akan membuat individu-individu di KPU menjadi lebih mawas diri (self awareness), terpacu untuk meningkatkan kinerja, atau pun memberikan usaha, terobosan-terobosan terbaiknya bagi peningkatan dan pengembangan KPU. “Dalam sudut pandang yang lebih besar, dengan adanya proses assessment yang adil dan tepat sasaran, akan berdampak pada suasana dan budaya organisasi KPU yang selalu fokus dan berjalan sesuai dengan visi dan misi KPU, gampangnya setiap orang di KPU harus siap kerja, profesional dan akuntabel”. Kata Gogot.

Pada kesempatan yang sama, Gogot menjelaskan, proses assessment dapat menghasilkan strategi dan tindakan pengembangan yang spesifik dan terencana bagi komisioner. Juga digunakan sebagai salah satu acuan untuk mengidentifikasi kebutuhan pengembangan kompetensi di KPU. “Data yang didapatkan dari proses assessment ini dapat digunakan sebagai umpan balik atas kinerja atau performa individu dalam organisasi.Setiap individu dengan posisi tertentu, apakah sudah sesuai dengan harapan KPU ataukah sebaliknya?.” Ungkap Gogot

Lebih jauh, Gogot mengatakan, hasil dari proses assessment dapat menjadi data yang valid untuk pengambilan keputusan terkait penempatan sumber daya manusia di KPU, artinya dapat dijadikan salah satu acuan untuk proses rekrutmen, proses promosi, atau mutasi di KPU. Dalam proses assessment dapat pula dibentuk kategori kompetensi untuk tiap posisi yang ada, sehingga dapat dibuat basis data terkait kriteria yang harus dimiliki untuk posisi tertentu. “Hal ini, dapat digunakan untuk mengidentifikasi pegawai yang profesional dengan akurasi dan tingkat objektifitas yang valid dan reliable. Melalui data dan proses assessment, komisioner dapat mempergunakan data tersebut sebagai salah satu acuan dalam menetapkan diklat untuk pengembangan karir pegawai dengan lebih tepat sasaran.” Kata Gogot

Di tempat yang sama, Muhammad Arbayanto mengatakan, kedisiplinan komisioner dan seluruh jajaran sekretariat sangat penting. Kinerja KPU akan lebih efektif dan efesien, ketika sumber daya manusia (SDM) nya mumpuni, disiplin, profesional dan akuntabel. “Saya sangat berharap KPU menjadi salah satu organisasi yang dapat dipercaya publik, tentu kita harus tunjukkan, bahwa KPU mampu menjaga kepercayaan publik, dengan menunjukkan kinerja yang profesional. Hal ini, harus dimulai dari internal KPU sendiri.” Kata Arbayanto.

Arbayanto menyatakan, upaya untuk meraih  kepercayaan publik yang tinggi harus kita capai, tentunya KPU harus mampu, mau, dan siap bekerja sepenuh waktu. Makanya setiap kendala, hambatan dan masalah yang muncul, harus mampu diberikan solusi yang cerdas, cepat dan akurat. “Komisioner dan sekretariat wajib hukumnya bersinergi, supaya KPU jalannya cepat, tepat dan tetap kuat.” Pungkas Arbayanto.

Kegiatan assessment KPU Sumenep di mulai sejak jam 09.00, dihadiri  komisioner KPU Provinsi Jawa Timur Muhammad Arbayanto,  Gogot Cahyo Baskoro, Sekretaris KPU Provinsi Jawa Timur HM. Eberta Kawima, dan diikuti seluruh komisioner KPU Sumenep, Sekretaris, para Kasubag dan seluruh staf sekretariat KPU Sumenep. (Hd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *