KPU SUMENEP; MENGHADIRKAN KPU PROVINSI SEBAGAI NARASUMBER DALAM ACARA SOSIALISASI OUTDOOR BERBASIS KOMUNITAS PEREMPUAN PEDULI DEMOKRASI

Insert : Anggota Kpu Provinsi, Ibu Dewi Hayu Shinta menjadi Narasumber di acara Sosialisasi Outdoor Berbasis Komunitas Perempuan.

kpud-sumenepkab.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep adakan Sosialisasi Outdoor di Hotel Dreamland,  dalam rangka Pemilihan Gubernur Jawa Timur Tahun 2018  dengan merangkul Perempuan yang Peduli Demokrasi. (23/2)

Pada acara kali ini ada beberapa hal yang sangat unik sekali, dan berbeda dari beberapa Kegiatan yang sebelumnya sudah dilaksanakan,  selain Sosialisasi, KPU Kabupaten menyisipkan sebuah Program berupa Pelatihan yang dikhususkan kepada Kaum Perempuan. Hal ini bertujuan untuk lebih memantapkan Pemahaman Perempuan terkait dengan peran perempuan yang Peduli Demokrasi. Keunikan lain adalah, pada Pertemuan ini dihadiri oleh Anggota KPU Jawa Timur, Dewi Hayu shinta, sekaligus mengisi Pelatihan tersebut.

Pelatihan ini berlangsung selama dua hari dengan 4 materi. 2 materi disampaikan di hari pertama dan 2 materi lagi di hari kedua.

Tujuan dari adanya pelatihan yang memang dikhususkan pada penyelenggara perempuan telah disampaikan oleh prakata panitia yang mengatakan bahwa Semakin berkembangya zaman, isu perempuan sangat fenomenal disetiap sektor, perempuan selalu menjadi objek untuk diperbincangkan, selain itu juga perempuan kadang termarginalkan, oleh karena itu denan adanya pelatihan ini semoga kita bisa dan mmpu mengubah keadaan tersebut. Tutur yusnaniyah selaku Ketua pelaksana.

Tujuan lain juga dipertegas kembali oleh KPU Kabupaten Sumenep, bahwa dalam Sambutannya Ketua KPU merasa senang karena, pada Pilgub Jatim 2018 kali ini banyak Perempuan yang masuk sebagai Penyelenggara. Hal itu menegaskan bahwa saat ini Perempuan tidak bisa diremehkan, dan hal itu merupakan Kemampuan yang dimiliki berdasarkan hasil Tes, dan dapat dipertarungkan dalam hal-hal tertentu”.Dan itu tidak kalah dengan Laki-Laki. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sudah mewakili perempuan dalam Ranah Politik. Dan saya pikir ke depan sebagai Penyelenggara, akan menjelaskan kepada Publik, bahwa Perempuan itu mampu. Tidak dipungkiri disisi lain, ada kelompok yang bisa menjadikan Perempuan sebagai Pekerjaan, tapi bukan menganggap sosok Perempuan tersebut sebagai Kemampuan,  atau bukan hanya untuk dijadikan iklan saja. Sehingga penting sekali adanya Pelatihan tentang Perempuan yang Peduli Demokrasi. Karena tidak semua Perempuan Peduli dengan urusan Perempuan. Dan malah ada isu yang menyatakan, bahwa ketika Perempuan diperkosa, malah mereka menikmati Kondisi tersebut, mungkin hal tersebut dikarenakan beberapa hal, pertama karena Perempuan tersebut pesimis dan tidak memiliki kemampuan, anggapan tersebut dikarenakan adanya Struktur yang tidak berpihak. Tutur A Warits.”

Selain itu, Ketua KPU juga mengingatkan bahwasanya, ketika pulang nanti, bukan berarti Penyelenggara yang dihadirkan pada Pelatihan ini, dituntut untuk menjadi Liberal dan melakukan Demo terhadap suaminya. Karena nanti juga ada Materi tentang Perempuan dalam Perseptif Agama untuk menyeimbangi pengetahuan kita.

Pada sambutannya, Ketua KPU juga menyampaikan luapan hatinya, bahwa sebelum menjabat sebagai Ketua KPU, saya sudah lama sekali di urusan isu Perempuan sejak Tahun 2002 sampai 2008. Misalnya kesehatan Ibu, Anak dan Pendidikan. Tapi yang saya lakukan dulu tidak membuahkan hasil banyak, hal itu disebabkan oleh beberapa hal yaitu Struktur dan Budaya kita. Keaktifan saya di isu perempuan adalah karena adanya Gejolak pribadi yang tidak suka Perempuan di Marginalkan, tidak diberi ruang-ruang Publik.

Saat ini, yang sangat miris adalah ada Perempuan yang tidak mampu men Definisikan dirinya sendiri. Seperti harus putih, dan itu adalah Definisi Perempuan yang di Definisikan orang luar, dan payahnya kita malah mengamini. Hal tersebut membuat Perempuan betul-betul menjadi Objek yang tidak berdaya. (uk/zw/KSM).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *