KPU SUMENEP; HADIRI RAPAT BIMBINGAN TEKNIS PERSIAPAN PEMUTAKHIRAN DATA PEMILIH

Jakarta, kpud-sumenepkab.go.id – Menindaklanjuti undangan Ketua KPU RI nomor: 563/PP.07.3-Und/01/KPU/X/2017, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sumenep menugaskan Dr. Rahbini selaku anggota KPU Divisi Perencanaan & Data, serta Henri Wijaya selaku Kasubbag Program dan Data untuk menghadiri Rapat Bimbingan Teknis Persiapan Pemutakhiran Data Pemilih untuk Penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2018.

Di acara tersebut Kepala Biro Perencanaan dan Data dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dibagi 3 gelombang. Tujuan dari dilaksanakannya rapat bimbingan teknis ini adalah untuk menyamakan pemahaman dalam penggunaan aplikasi sidalih; mengurangi kesalahan-kesalahan dalam penggunaan aplikasi sidalih; dan untuk memberikan fasilitasi kepada operator untuk mencoba aplikasi Sidalih yang telah diperbaiki dalam versi 2.

Setelah itu Arif Budiman, Ketua KPU RI menjelaskan tentang Core business KPU. Yang dimaksud Core Bussines KPU yakni Membuat Regulasi; Memastikan keberadaan Peserta Pemilu secara Benar; Melakukan Pendataan Pemilih dan memastikan pemilih mendapatkan Hak Pilih; dan Menjamin Suara Pemilih  dan mengkoversikan pada Kursi / Jabatan Lain yang dalam hal ini adalah Kepala Daerah.

Data pemilih merupakan salah core bisnis utama KPU. Dan data pemilih menjadi isu penting sejak pelaksanaan pemilu tahun 2004. Sering disebut juga bahwa data pemilih tidak akurat, dan lain sebagainya, untuk itu perlu adanya sistem dan alat bantu yang baik yaitu aplikasi SIDALIH ini. Dengan data pemilih yang baik, maka KPU akan mendapatkan kepercayaan/trust dari publik. Seperti yang selalu saya tekankan hal ini untuk transparansi dan salah satu bentuk integritas kita sebagai penyelenggara pemilihan/pemilu, tutur Arif.

KPU dalam bekerja menuju kesana ada aplikasi antara lain sipol, situng, silon dan lain sebagainya merupakan bagian/alat bantu kita untuk berkerja dengan transparan, cepat, cermat dan tepat. 5 tahun lalu ketika ditanya oleh komisi 2, tidak bisa dijawab oleh KPU tentang data perolehan suara pemilu per TPS. Tetapi sejak Pemilu tahun 2014, KPU Sudah membangun hal itu dengan menyajikan data perolehan suara per TPS meskipun beum bisa mencapai 100%, tutur Arif. Semoga aplikasi SIDALIH menjadi deposit baik kita sehingga mampu meningkatkan kepercayaan/trust publik kepada KPU. (Hr/Ad)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *