KPU SUMENEP ; FGD PEMUTAKHIRAN DAFTAR PEMILIH BERKELANJUTAN

dsc_0864

Ketua KPU membuka FGD

Sumenep,kpud-sumenepkab.go.id. Menindaklanjuti hasil rapat internal beberapa waktu lalu, hari ini Senin (28/11) pukul 10.00 WIB. bertempat di ruang pertemuan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep diadakan FGD Pemutakhiran data berkelanjutan. acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, acara dibuka langsung oleh Ketua KPU A.Warits. adapun undangan yang hadir diantaranya adalah perwakilan dari kalangan akademisi dari STKIP Sumenep, polres Sumenep, Kodim 0827 Sumenep, bakesbangpolinmas, dinas kependudukan dan catatan sipil, disnakertrans,dan juga perwakilan dari mantan penyelenggara tingkat kecamatan (PPK).

Seperti disampaikan oleh ketua KPU dalam sambutannya,  tujuan diadakan FGD ini adalah untuk memperoleh masukan berbagai pihak dalam konteks pemutakhiran data pemilih, dimana nantinya diperoleh output berupa akurasi data pemilih. seperti yang kita tahu bahwa masalah data pemilih selalu menjadi sorotan dalam setiap gelaran Pemilu.

Dari informasi yang disampaikan oleh perwakilan dukcapil Ada 91 kementrian dan lembaga yang memanfaatkan data dukcapil, kami tidak tahu apakah KPU juga menjadi bagian. Tahun depan akan ada layanan yang akan disediakan untuk bisa diakses oleh pihak (lembaga pemerintah) Jika KPU sudah terkoneksi maka akan secara otomatis terupdate. Jika itu jalan maka update data akan by sytem. Kecuali ada data yang tidak berubah karena tidak ada laporan. Seperti ada Polri yang umur 60 th masih aktif di data kependudukan karena tidak melapor.

Sedangkan hasil pencermatan dari disnakertrans adalah sebagai berikut, Data dari KPU tentang pemilih di  kepulauan terlalu besar, seperti Kangean. 6 bulan yang lalu kami minta Data ke KPU.Setelah dicermati ada angka terlalu besar/selisih   untuk yang kepulauan. Dijelaskan dukcapil Di BPS 1.072 juta tetapi Menurut data kependudukan 1,111an. TKI yang sudah ke luar negeri di data kependudukan masih ada, seharusnya jika mau menetap 1 tahun atau lebih minta surat pindah (SKPLN). Jika tidak maka akan tetap tercatat.

Dan dari hasil FGD hari ini ada beberapa hal yang perlu kiranya dijadikan evaluasi dan segera dicarikan solusi, diantaranya penduduk yang belum melakukan perekaman E KTP mencapai angka sekitar 100 ribuan, Tenaga kerja yang tidak melapor, Pensiunan TNI dan Polri, Kematian, DP4 disandingkan dengan DPT, DPTb terakhir. Ini bisa terjadi penghapusan oleh sistem, dan selisih jumlah penduduk yang terlalu tinggi terutama di kepulauan.masukan dari FGD hari ini akan kita kaji dan akan kita carikan solusi  untuk menghasilkan data pemilih yang optimal di pemilu yang akan datang tutur DR.Rahbini selaku komisioner KPU yang menggawangi pemutakhiran daftar pemilih. (Hr)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *