KPU JATIM; AUDIENSI KOMPAS TV

Surabaya, kpujatim.go.id – Salah satu lembaga penyiaran televisi swasta, Kompas TV, melakukan audiensi ke Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim) hari ini, Senin, tanggal 7 Agustus 2017 jam setengah dua siang. Bertempat di ruang Media Center KPU Jatim, audiensi Kompas TV bertujuan untuk menawarkan kerjasama kepada KPU Jatim melalui program Rumah Pilkada. Program ini ditawarkan pula ke KPU Jabar, Jateng, dan Provinsi atau Kabupaten/ Kota lain yang akan melaksanakan Pilkada di tahun 2018.

Berkesempatan menjadi moderator dalam audiensi Divisi SDM dan Parmas KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro. Usai dibuka oleh Gogot, perwakilan redaksi dari Kompas TV dipersilahkan untuk memaparkan bentuk kerjasama yang ditawarkan pada KPU Jatim. Wapimred Kompas TV, Yogi Nugraha juga menjelaskan beberapa stasiun relai yang ada di Jawa Timur, dimana keberadaannya semakin memperkuat jangkauan Kompas TV di daerah. “Saat ini Kami juga telah memiliki stasiun relai di beberapa daerah yang ada di Jawa Timur. Seperti di Karesidenan Madiun, Karesidenan Kediri, Karesidenan Jember, dan sedang dalam proses Karesidenan Malang,” tutur Yogi (07/08/2017).

Menanggapi pemaparan dari Kompas TV, Gogot menyampaikan bahwa memang pada penyelenggaraan pilkada nanti akan banyak bekerja sama dengan media. “KPU akan bekerja sama dengan media dalam fasilitasi media, sosialisasi pendidikan pemilih, kampanye, dan sebagainya. Kampanye bisa pada iklan dan debat publik. Pada prinsipnya Kita, KPU Jatim, memang menginginkan model kerjasama dengan siapapun se-transparan mungkin, se-profesional mungkin. Kita akan bekerja sama dengan pihak ketiga dari pada swakelola. Karena Kita ingin fokus pada kegiatan yang menjadi fokus dan tanggung jawab Kita. Jika dari Kompas TV ada penawaran kerjasama silahkan menyampaikan proposal atau mengikuti lelang,” tutur Gogot.

Berikutnya Sekretaris KPU Jatim, HM. Eberta Kawima mengimbuhkan jika dalam proses peliputan penyelenggaraan pilkada KPU tidak menerima fee. “Jadi mohon bantuannya siapa saja untuk tidak memberikan fee. Media manapun jika sah dan riil Kami persilahkan untuk meliput. Jadi sekali lagi maaf, ini menjadi komitmen Kita bersama untuk jujur dan transparan,” ujar Wima.

Ketua KPU Jatim, Eko Sasmito pun juga memberikan tanggapan. “Pada prinsipnya KPU Jatim sangat terbuka pada kawan-kawan media. Karena media punya peran strategis yang bisa membantu KPU dalam sosialisasi maupun pendidikan pemilih. Kami berterima kasih atas kedatangan Kompas TV, karena bagi Kami salah satu indikator keberhasilan pilkada adalah tingginya partisipasi masyarakat. Tingginya partisipasi masyarakat, tentu ada peran media didalamnya,” jelas Eko.

Acara audiensi ini pun diakhiri pada jam 3 sore, setelah kedua belah pihak sama-sama merasa yang disampaikan telah cukup.

(AACS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *