KARTINI GULUK-GULUK IKUTI SOSIALISASI KOMUNITAS PEREMPUAN PEDULI DEMOKRASI

Insert: Suasana Sosialisasi Komunitas Peduli Perempuan.

Guluk-Guluk, kpud-sumenepkab.go.id – Berbicara mengenai Perempuan, tidak akan terlepas dari Kodrat dan Gender. Gender adalah segala sesuatu yang melekat pada seorang Perempuan, sedangkan Kodrat adalah pemberian Allah sang Maha Pencipta. Sosialisasi Komunitas Perempuan Peduli Demokrasi, sangat penting dilakukan, karena Perempuan di samping mampu melakukan hal-hal yang berbau Domestik, juga bisa terjun ke ranah Publik.(23/02).

Isi tentang Perempuan, seakan tidak habis diperbincangkan, mulai dari Prostitusi, Pornografi, Tayangan atau Iklan, yang merugikan Perempuan dan hal-hal lainnya. Agar tidak terjadi kesenjangan sosial antara Laki-Laki dan Perempuan, maka harus ada peran aktif dari Perempuan itu sendiri, dan tentunya Dukungan dari Pemerintah untuk membuktikan bahwa Perempuan juga bisa di perhitungkan keberadaannya.

A. Warits, S.Sos mengatakan, sangat mendukung penuh jika ada keterlibatan atau keterwakilan Perempuan di berbagai ruang Publik, karena pada dasarnya beliau tidak suka, jika Perempuan dimarginalkan dan dijadikan Obyektif ketidak berdayaannya sebagai Perempuan.

Komunitas Perempuan Peduli Demokrasi, dibuktikan dengan adanya Perempuan terjun di ranah Publik, baik Politik, Budaya, Sosial, Ekonomi, bahkan ada yang menduduki Jabatan penting. Jika tidak ada keterwakilan Perempuan, maka mustahil Suara Perempuan terdengar. Dengan adanya 30% keterwakilan Perempuan diruang Publik, cukup memberikan Inspirasi kepada Perempuan untuk maju, berkembang, dan beraktifitas, sebagaimana yang dilakukan Laki-Laki. Contoh nya di sektor Pendidikan, dengan sifat keIbuannya, kelembutannya dan kemandiriannya, bisa mencetak Generasi Muda yang mumpuni. Seperti yang dikatakan oleh Srikandi KPU Propinsi Jawa Timur Dewitahayu sinta ” apabila kita memberikan Pendidikan pada satu orang Perempuan, maka sama artinya mendidik satu Generasi.”

Maka dari itu Sosialisasi ini dilakukan Tanggal 23 dan 24 Februari di Hotel Dreamland Sumenep, agar bisa mengubah pola fikir dari Perempuan itu sendiri, bagaimana cara memahami “Gender” secara utuh dan mempengaruhi Kebijakan-Kebijakan yang memihak pada Suara Perempuan.” (PPK/SU/KSM).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *