INILAH FILOSOFI DAN ARTI “Si JAMBUL” DALAM MASKOT PEMILIHAN BUPATI SUMENEP 2020

kpud-sumenepkab.go.id – KABUPATEN SUMENEP, Jawa Timur, memiliki banyak keindahan yang tersimpan. Selain Museum Keraton, Masjid Jami’, dan pantai dengan pasir putih nan indah, Kota Keris ini juga memiliki spesies burung Kakak Tua jambul kuning jenis Abbotti. Burung langka ini merupakan satu-satunya di dunia yang kini terancam punah. Jumlahnya pun saat ini tinggal beberapa ekor saja.

Kakak Tua jambul kuning abbotti merupakan endemis Desa/Pulau Masakambing, Kecamatan Masalembu, Sumenep. Jumlah burung yang dilindungi ini pernah mencapai ribuan ekor pada tahun 1980-an. Namun, populasi tersebut dari masa ke masa semakin berkurang.

Sebab, keberadaan burung ini dianggap hama yang menganggu tanaman petani. Pasalnya, kakak tua ini memakan jagung dan biji-bijian lainnya. Karena itu, oleh petani, burung tersebut ditangkap dan dimusnahkan.

Kakak Tua jambul kuning jenis Abbotti kali pertama ditemukan tahun 1907 oleh Dr WL. Abbott. Karena itu, nama penemu asal Amerika Serikat (AS) itu dijadikan nama jenis burung yang jumlahnya pernah ribuan di Kepulauan Masalembu ini.

Pada 1999 jumlahnya sempat tinggal 5 ekor. Jenis ini endemik di Pulau Masakambing. Dan pemerintah perlu melakukan terobosan agar tidak punah.

Kasi Konservasi Wilayah IV Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur Joko Widodo pernah mengatakan, kakak tua jenis itu hanya terdapat di Pulau Masakambing. Instansinya berupaya menjaga dengan menggandeng warga. BBKSDA menyadarkan masyarakat bahwa burung ini tidak boleh diburu dan ditangkap apalagi dibunuh.

Kakak Tua jambul kuning merupakan salah satu dari empat satwa yang populasinya menjadi prioritas di Jatim selain Elang Jawa, Banteng, dan Rusa Bawean.

Oleh karena itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep dalam pemilihan bupati dan wakil bupati tahun 2020 memilih burung kakak tua jambul kuning itu sebagai maskot pemilihan. Dengan harapan populasinya terus bekembang dan masyarakat semua punya tanggung jawab untuk melestarikannya.

Rafiqi, Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Sumenep menjelaskan, maskot gambar kakak tua itu meliputi, lima jambul warna kuning dengan sayap kanan memegang paku coblos dan sayap kiri memegang prisai KPU Kabupaten Sumenep. Dengan paduan warna hitam putih dan menginjak peta Kabupaten Sumenep baik daratan maupun kepualauan.

“Maskot tersebut bernama Si Jambul yang artinya (Siap Jurdil, Aman, Memilih Bupati Langsung),” katanya.

Sedangkan arti paduan warna dalam mascot, Rafiqi juga menjelaskan, lima jambul kuning berarti setia kepada Pancasila, sedangkan warna kuning adalah ceria, bahagia, energik dan optimis menatap masa depan Sumenep lebih baik

“Adapun warna Hitam-Putih berarti bersih, suci dan kebebasan serta independensi dalam sebuah penyelenggaran pemilihan,” tegasnya.

Sedangkan warna tulisan Orange yang memayungi Si Jambul berarti KPU siap jurdil sekaligus siap memberikan kehangatan, kenyamanan dan keceriaan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sumenep.

“Sayap kanan memegang paku berarti mengajak kepada seluruh masyarakat Sumenep untuk nyoblos atau menentukan hak politiknya pada tanggal 23 September 2020,” paparnya.

Sayap kiri memegang Perisai, Rafiqi melanjutkan, berarti KPU Sumenep siap membentengi diri dari segala pengaruh negatif yang akan menghancurkan sendi-sendi demokrasi di Sumenep

“Dan si Jambul berdiri diatas Peta Sumenep, bahwa KPU tidak akan membeda-bedakan wilayah meski pada kenyataannya Sumenep memiliki banyak kepulauan. Akan tetapi terpenuhinya hak-hak politik masyarakat dimana pun itu berada adalah sebuah keniscayaan,” pungkasnya. (hr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *