Ini Alasan KPU Ngotot Minta Tambahan Anggaran Rp 1,025 T

Jumat, 17 Juni 2016 07:34

JawaPos.com – Sejumlah kementerian dan lembaga sudah mengajukan pagu indikatif untuk RPABN 2017. Tak terkecuali KPU, Bawaslu, dan Ombudsman Republik Indonesia (ORI).

Namun, dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR kemarin (16/6), tiga lembaga itu kembali mengusulkan penambahan.

Untuk pagu indikatif 2017, awalnya KPU mengajukan anggaran Rp 1,93 triliun, Bawaslu Rp 485,03 miliar, dan ORI Rp 131,22 miliar. Dalam usulan terbarunya, KPU mengajukan penambahan Rp 1,025 triliun, Bawaslu Rp 37,5 miliar, dan ORI Rp 212,77 miliar dari pagu awal.

Wakil Ketua Komisi II DPR Al Muzzammil Yusuf menyatakan, komisinya tidak akan serta-merta menyetujuinya. “Kami akan meminta mereka menyampaikan pengalokasian anggaran tersebut secara terperinci selambat-lam­batnya pada pekan kedua Juli,” kata politikus PKS itu.

Komisioner KPU Arief Budiman mengatakan, penambahan Rp 1,025 triliun itu untuk sejumlah kegiatan pen­dukung pelaksanaan pilkada serentak 2017 dan 2018. “Pilkada 2018 tahapannya dimulai 2017,” ingatnya.

Selain itu, ada anggaran untuk mempersiapkan Pemilu 2019. Jika merujuk undang-undang yang ada, persiapan harus dilakukan sejak 22 bulan sebelum hari pemungutan suara. “Berarti sekitar Juni 2017,” imbuhnya. (bay/far/c9/pri) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *