10 HARI KERJA, COKLIT PEMILIH LENTENG CAPAI 45%

Insert : Suasana rapat evaluasi 10 hari kerja PPDP oleh PPK & PPS sekecamatan Lenteng

Lenteng, kpud-sumenepkab.go.id –Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Lenteng, secara bertahap terus melakukan monitoring dan evaluasi proses pencocokan dan penelitian (coklit) daftar pemilih dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur Tahun 2018 yang dilakukan oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) se Kecamatan Lenteng. Selasa (30/1)

Terhitung sejak tanggal 20 Januari s/d 29 Januari 2018, sekitar 123 orang PPDP yang tersebar di 20 Desa yang berada di wilayah Kecamatan Lenteng sudah berhasil menyelesaikan coklit mencapai 45% selama 10 hari kerja.

Ketua PPK Lenteng, Abd. Gani mengatakan, walaupun Kec.Lenteng jumlah penduduknya sangat padat, pihaknya sangat optimis coklit daftar pemilih bisa rampung sesuai dengan batas waktu yang sudah ditentukan oleh KPU, yakni 18 Pebruari 2018. Hal itu berdasar hasil evaluasi kerja dalam 10 hari pertama, PPDP sudah bisa menyelesaikan coklit hampir separuh dari keseluruhan jumlah pemilih di Kecamatan Lenteng.

“Dari hasil evaluasi dan rekapitulasi sementara, jumlah data pemilih se Kecamatan Lenteng yang sudah dicoklit hingga saat ini telah mencapai 45%, jadi kita sangat yakin PPDP bisa merampungkan coklit sesuai dengan batas waktu yang sudah ditentukan. Disamping itu kita PPK Lenteng akan terus mengawal dan turun langsung ke Desa-desa untuk melakukan pantauan secara langsung terhadap kerja PPDP”. Ujarnya.

Hal itu dibenarkan oleh Hamdan selaku Divisi Mutarlih PPK Lenteng, Ia menjelaskan secara terperinci berdasar laporan PPDP melalui PPS sekecamatan Lenteng, dalam 10 hari pertama, coklit daftar pemilih Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur tahun 2018, telah mencapai angka 23.813 orang dari total jumlah 51. 687 orang daftar pemilih dalam form A-KWK ditambah 710 orang daftar pemilih baru.

Selanjutnya Hamdan menambahkan, pemilih yang sesuai daftar pemilih dan dicatat telah memiliki e-KTP sebanyak 22. 081 orang, sedangkan yang belum memiliki e-KTP berjumlah 307 orang. “Adapun daftar Pemiliih yang tidak memenuhi syarat atau dicoret dari form A-KWK mencapai 670 orang. Hal itu terjadi karena daftar pemilih tersebut dinyatakan telah meninggal dunia, Gangguan jiwa, tercatat lebih dari satu kali/ganda, dan pindah domisili.” Pungkasnya. (Jeff/ZWKSM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *