LANGKAH KONGKRIT PPK AMBUNTEN JELANG GERAKAN 1000 COKLIT

Insert: Foto PPK Ambunten Jelang Gerakan 1000 Coklit

Ambunten,kpud-sumenepkab.go.id, – Menjelang pencocokan dan penelitian pemilih (Coklit) membuat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Ambunten, Kabupaten Sumenep, harus bekerja keras memberikan pembekalan kepada seluruh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS). Supaya petugas tersebut nantinya benar-benar melaksanakan tugas secara profesional agar masyarakat tidak ada yang ketinggalan untuk menggunakan hak suaranya pada saat pelaksanaan Pilgub Jatim tahun 2018.

Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar pada hari Kamis malam, 18 Januari 2018 ini merupakan gelombang pertama yang dihadiri oleh PPDP dan PPS di tujuh desa. Sedangkan untuk gelombang dua akan digelar pada Jumat malam, 19 Januari 2018 yang akan dihadiri oleh PPDP dan PPS di delapan desa bertempat di pendopo kecamatan daerah setempat. Bimtek yang dilaksanakan mulai pukul 19.00 – 21.00 WIB, juga dihadiri oleh ketua Panwascam dan pihak kepolisian yang ikut memantau jalannya pembekalan tersebut.

Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Ambunten, Lukman Hakim mengatakan, PPDP harus bekerja secara profesional dalam melakukan Coklit pada hari Sabtu, 20 Januari 2018. Sehingga tugas yang dijalankan sesuai dengan aturan, jangan hanya bekerja diatas meja saja, tapi harus turun langsung dari rumah ke rumah agar hak konstitusi masyarakat terpenuhi. “Jangan sampai ada yang terlewatkan. Baik pemilih yang sudah meninggal, pemilih pemula dan pemilih baru seperti halnya para TNI, Polri yang sudah purna tugas itu wajib dicoklit dan punya hak pilih,” jelasnya.

Sementara divisi sosialisasi, Parmasi dan hukum Suriyanto menambahkan, bahwa nanti pada hari pertama pencoklitan, PPK Ambunten mengiumumkan gerakan 1000 Coklit yang tujuannya disamping menyadarkan masyarakat tentang hak pilih, petugas tersebut supaya tidak bekerja diatas meja. Sehingga nantinya data yang didapat benar-benar akurat dan bukan didapat dari kerja PPDP siapa cepat mereka yang dapat. “Targetnya itu akurasi data. Jika kita kalkulasi dari jumlah pemilih di kecamatan Ambunten yang jumlahnya sekitar 33 ribuan lebih, setiap PPDP pada hari itu hanya mencoklit sekitar 15 -16 orang pemilih. Jadi ini bukan persoalan jumlah yang sedikit, tetapi ini lebih akurasi datanya,” terangnya.

Pihaknya berharap PPDP jeli dalam melaksakan pendataan kepada masyarakat, sehingga nantinya tidak ada satupun masyarakat didesanya yang tidak masuk daftar pemilih. Karena apabila sampai ada yang tidak terdata, maka masyarakat akan dirugikan, apalagi sampai tidak menggunakan hak suaranya pada saat pelaksanaan pesta demokrasi tersebut.(PPK/Su)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *