KPU SUMENEP; IKUTI BIMTEK SITUNG PILGUB 2018 DI BEKASI

Insert: suasana KPU Sumenep saat ikuti BIMTEK Situng di Hotel Horison Bekasi

Sumenep, kpud-sumenepkab.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep menghadiri Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemungutan, Penghitungan Suara dan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara, Serta Sosialisasi Situng Pilgub Serentak 2018, yang diselenggarakan KPU RI. Bimtek berlangsung selama Tiga hari, Rabu-Jum’at Tanggal 28/02/2018 s/d 02/03/2018, di Hotel Horison Bekasi. (1/3)

Berdasarkan Undangan KPU RI No. 97/PP.07.3-Und/06/KPU/II/2018, Hadir dari KPU Sumenep dalam acara tersebut, Komisioner KPU Sumenep, Malik Mustafa, S. Pd. I, Divisi Teknis, serta Kasubbag Teknis Pemilu dan Hupmas, Adi Tri Hartanto, S. Kom, Staff Kasubbag Teknis Pemilu dan Hupmas, Heru Budianto, ST.

Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemungutan, Penghitungan Suara dan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara, Serta Sosialisasi Situng Pilgub Serentak 2018, Gelombang II, hari pertama menghadirkan Pembicara Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Ida Budhiati serta Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan.

Dalam Sambutannya, Arief berharap, melalui bimtek ini Jajaran Penyelenggara dapat terus menjaga Kompetensi, Profesionalisme, Transparansi dan Integritas. Kegiatan ini juga diharapkan bermanfaat bagi bangsa dan yang terpenting untuk Pelaksanaan Pemilu, terutama tentang kemurnian Suara ketika Proses Pemungutan, Perhitungan, hingga di Konversi menjadi Kursi, dengan cara yang baik dan benar. “Sejak dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) hingga ditetapkan di Provinsi, Kabupaten/Kota Penyelenggaraan Kepala Daerah. Itulah cara kita, menjaga Integritas dalam mempertanggungjawabkan pekerjaan kita. Ingat bahwa KPU harus siap, karena itulah bentuk Kongkrit pertanggungjawaban anda atas pekerjaan yang dilakukan,” Ujar Arief, di Hotel Horison semalam.

Arief juga berharap, melalui Kegiatan ini, Lembaganya dapat terus menjaga Marwah untuk Memutus dan Mengambil, sikap dan tindakan tegas, dengan segera memberhentikan langsung Penyelenggara yang melanggar. Contohnya pada Kasus Anggota KPU Garut, yang belum lama ini terjerat Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT). Dimana kejadian ini menurut dia seolah meruntuhkan bangunan yang telah disusun bertahun-tahun. ‘Kepada Pihak berwajib tidak hanya pengirim uang yang ditangkap, melainkan pemilik uangnya pun harus ditangkap,” Tandasnya.

Pada akhir Sambutan, Arief berharap, agar rencana untuk menginisiasi Pembentukan Asosiasi Penyelenggara Pemilu se-ASEAN, dapat terlaksana. Lembaga ini nantinya  diharapkan dapat menjadi Dewan Penyelenggara Pemilu ASEAN.

Sementara Dalam Pemaparannya, Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Ida Budhiati, mengingatkan Potensi Pelanggaran Kode Etik, dalam Penyelenggaraan Pemungutan dan Penghitungan serta Rekapitulasi Suara, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) maupun Pemilihan Umum (Pemilu).

Dia menjelaskan, bahwa Negara Indonesia sangat serius dalam membangun Demokrasi yang baik, dimulai dengan Konstruksi Penyelenggaraan Pemilu, yang tidak hanya untuk mencapai aspek Prosedur dan menggugurkan aspek Teknis, tapi juga ingin hasil yang berintegritas.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan, Juga meyampaikan materi, terkait Standar Pengawasan dalam Pemungutan dan Penghitungan Suara, serta Rekapitulasi Hasil Suara. Dia mengingatkan agar Penyelenggara Pemilu, selalu berkoordinasi satu sama lain, demi suksesnya Penyelenggaraan Pemilihan 2018, maupun Pemilu 2019. Acara Bimtek Gelombang II sendiri digelar di Hotel Horison, Kota Bekasi diikuti oleh 143 Satuan Kerja KPU, baik di Tingkat Provinsi maupun di Tingkat Kabupaten/Kota.” (hupmas irul/zw/KSM).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *