PPS LARANGAN PERRENG PANTAU GRAFIK PERJALANAN DPT 2013-2018

Insert: Grafik Perjalanan DPT PPS Larangan Perreng

Pragaan, kpud-sumenepkab.go.id – Pertumbuhan penduduk semakin meningkat seiring berjalannya waktu. Otomatis akan bertambah pelayanan bagi warga setempat, dan Hal ini akan berdampak pada meningkatnya jumlah Pemilih di moment-moment Pemilu. Oleh karena itu, kesiapan dalam menyambut moment Pemilu, data harus benar-benar Objektif dan Akuntabel.

Pilgub Jatim 27 Juni nanti, sebagai Penyelenggara Pemilu sudah bekerja maksimal untuk mendapatkan data yang akurat, seperti pantauan PPS Larangan Perreng terhadap Pilgub Jatim sebelumnya, dan Pilgub Jatim yang akan datang, khususnya Pemilih yang berdomisili di Desa Larangan Perreng. Daftar Pemilih Tetap (DPT) Tahun 2013 berjumlah 3.277, dan untuk Pilgub Jatim 2018 berjumlah 3.344. Data akan bergerak dinamis, seiring pertumbuhan penduduk dan juga dipengaruhi oleh warga yang berpindah domisili. Read more

PPK LENTENG SOSIALISASI PILGUB JATIM DI ACARA TALKSHOW RADIO NADA FM

Insertr: PPK Lenteng saat Talkshow di Radio Nada FM Sumenep

Lenteng, kpu-sumenepkab.go.id – Berbagai cara dan upaya dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep, dalam melakukan sosialisasi Tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur Tahun 2018, diantaranya menggelar acara Talkshow bekerjasama dengan Radio Nada FM Sumenep. Setiap hari Senin sore, secara bergiliran PPK se Kabupaten Sumenep, dijadwal untuk mengisi dan menjadi Pemateri dalam acara Talkshow tersebut.

Hari ini, Senin (23/04) mulai pukul 15.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB, PPK Lenteng mendapatkan bagian untuk menjadi Pemateri Talkshow, membahas tentang Data Pemilih dan sosialisasi yang sudah, sedang dan yang akan dilakukan oleh PPK Lenteng, untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur, yang akan diselenggarakan pada hari Rabu, 27 Juni 2018 mendatang. Read more

PERJALANAN NEGERI DALAM BERDEMOKRASI

Perburuan kursi kepemimpinan bagai kebututuhan hidup primer yang harus dicapai, daya pikatnya sangat tinggi, entah apa dan mengapa yang melatar melakangi kursi kepemimpinan memiliki daya magnitik tinggi. Padahal jika dikomparasikan antara gaji yang akan diterima dan biaya pencallonannya sangat tidak balance. Sehingga semangat untuk mencalonkan diri dimungkinkan karena adanya pundi pundi tak terduga (ceperan) bahkan pundi pundi tersebut yang melebihi dari gaji pokok.

Kami berasumsi pergulatan politik kepemimpinan di negri ini berorientasi pada kepentingan kunsumtif, bukan untuk kepentingan dan kesejahteraan umum semata. Dengan demikian para calon pemimpin yang masuk dalam bursa pencàlonan pileg, pilkada, pilgub dan pilpres telah memberikan pengajaran dan  wawasan yang sempit dalam hidup berdemokrasi yang pancasilais, sebagai konsekwensinya masyarakat akan memilih-nya jika ada kesepakatan dan keuntungan materil yang didapat sehingga kampanye dan janji janji politik adalah alat transaksional untuk mendapat dukungan warga (mony politic) dll.

Sedemikian parahnya bangsa kita ini. 10 tahun yang lalu banyak kalangan memandang pendidikan memiliki peran sentral dalam merubah watak dan karakter bangsa yang buram ini, sekolah banyak digratiskan oleh pemerintah untuk mendorong laju perkembangan pendidikan yang kompetitif dengan negara maju, anggaran untuk pendidikan oleh pemerintah ditingkatkan, bahkan kurikulumnya juga direfisi, guru mendapat dana insentif, dana bos, bsm, dan lain lain.  upaya ini dilakukan untuk mengurangi beban biaya pendidikan warga dan mendorong masyarakat lebih semangat pada dunia pendidikan sehingga kita memiliki etika hidup dalam berbangsa & berpolitik serta etika berdemokrasi.

Menurut kami untuk mengatasi dekadensi moral bangsa yang amat miris perlu untuk mengasah kecerdasan spritual (hati) karena spritualitas lebih peka dan tajam untuk mendorong terhadap prilaku prilaku positif. Sedangkan pendidikan kecerdasan emosional (logika) mampu menganalisa antara yang baik & buruk, pahit & manis, sopan & jahat. Akan tetapi dorongan kuat untuk merealisasikan pilihan pilihan yang baik tersebut adalah kekuatan  kecerdadan spritual. Kita pasti kenal….Abu jahal, abu lahab, mereka adalah orang2 yang cerdas emosionalnya dikalangan orang kafir kuraisy, dengan kecerdasannya ia memiliki skil perang, berkuda, bermain pedang dll, akan tetapi kecerdasan spritual mereka lemah sehingga ilmu dan pengalaman yang dimilikinya mendorong terhadap hal hal negatif, ia pembohong, munafiq dan kejam. Marilah dipilgub jatim 2018 ini, kita jadikan pintu gerbang menuju amal shaleh berdedikasi pada masyarakat umum demi kemajuan negara tercinta.

Penulis: PPK Pragaan

Editor : Ksm

GENCARKAN SOSIALISASI PILGUB JATIM, PPS LENTENG BARAT SASAR KELOMPOK SHALAWAT PEREMPUAN AN-NAJAH

Insert: Suasana Sosialisasi Berbasis Warga

Lenteng, kpud-sumenepkab.go.id – Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Lenteng Barat, melaksanakan kegiatan sosialisasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur Tahun 2018, dengan menyasar Kelompok Shalawat Perempuan An-Najah di Dusun Jambu Monyet Desa Lenteng Barat Kecamatan Lenteng. Minggu (22/04/2018).

Kegiatan sosialisasi yang ditempatkan dirumah Kamaruddin salah satu anggota PPS, dimulai pada pukul 14.00 WIB. Hadir dalam acara ini semua Anggota PPS, Staf PPS, PPL dan kurang lebih 40 orang Anggota Kelompok Shalawat An-Najah. Wildan Mahfudi, selaku Ketua PPS Lenteng Barat menyampaikan dalam sambutannya,” tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk berbagi informasi kepada masyarakat, seputar tahapan Pilgub Jatim 2018 yang sudah, sedang, dan yang akan dilaksanakan. Di samping itu juga sebagai upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, dalam memilih Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, pada tanggal 27 Juni 2018 nanti. Read more

KPU SUMENEP ; PAGELARAN SENI BUDAYA PEMILU 2019

 

insert : Pagelaran Seni Budaya KPU Kabupaten Sumenep

kpu-sumenepkab.go.id. Sesuai Instruksi dari KPU RI, bahwa KPU Kabupaten/Kota diharapkan untuk menggelar Pagelaran Seni Budaya menyongsong Pemilu 2019 dengan tema ” Melalui Pegelaran Seni Budaya Membangun Pemilih Berdaulat Guna Menyukseskan Pemilu Serentak 2019″. Maka malam ini Sabtu 21 April 2018 dimulai pukul 19.30 WIB. KPU Sumenep melaksanakan kegiatan tersebut dan ditempatkan di lapangan parkir depan area Kantor KPU Sumenep yang lumayan luas dan bisa menampung sekitar 2000 an penonton.

Dalam Sambutannya,” Ketua KPU Sumenep A.Warits ,mengatakan bahwa Seni Budaya merupakan salah satu media, yang bisa langsung dirasakan oleh rakyat, sehingga pesan-pesan yang disampaikan, bisa langsung diterima oleh rakyat, khususnya dalam hal Pemilu yang akan dilaksanakan, baik Pemilu Gubernur yang tinggal menghitung hari, maupun Pemilu Serentak yang akan dilaksanakan Tahun depan, jelas Warits. Read more

« Older Entries