KPU SUMENEP: PARPOL SEGERA MENYETOR LAPORAN DANA KAMPANYE

Insert: Komisioner KPU A Zubaidi S. HI saat wawancara dengan media

kpusumenep.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, meminta agar semua partai politik (Parpol) di Kabupaten Sumenep untuk segera menyetorkan Laporan Awal Dana Kampanye (LADK). Rabu (19/09/18)

Penyetoran Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) tersebut dilakukan terakhir sampai tanggal 23 September 2018 atau H-1 masa kampanye di mulai. Apabila tidak menyerahkan Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) tersebut, maka Parpol terancam tidak bisa mengikuti Pemilu 2019.

Komisioner KPU Kabupaten Sumenep, A. Zubaidi menjelaskan bahwa hingga sampai saat ini masih belum ada parpol yang menyerahkan Laporan Awal Dana Kampanye (LADK). Konsekuensinya bila parpol tidak melaporkan Laporan Awal Dana Kampanye (LADK, maka akan dibatalkan statusnya sebagai peserta Pemilu 2019.

Dalam Laporan Awal Dana Kampanye tersebut nantinya tercatat Rekening Khusus Dana Kampanye (RKDK), laporan penerimaan atau sumbangan bila sudah ada, laporan pengeluaran bila sudah ada, dan juga termasuk penerimaan sumbangan dari Caleg.

“Parpol buka rekening khusus untuk dana kampanye, rekeningnya satu saja. Kalau ada yang mau nyumbang, disampaikan ke parpol lewat rekening parpol, baru ke Caleg,” terangnya.

Zubaidi menambahkan bahwa caleg tidak wajib membuka rekening khusus untuk dana kampanye. Berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 24 tahun 2018 tentang Dana Kampanye Pemilu telah diatur besaran sumbangan yang diperbolehkan untuk parpol.

“Ada aturan jelas terkait besaran sumbangan, Sumbangan perseorangan untuk parpol maksimal Rp 2,5 miliar. Sementara sumbangan dari lembaga atau kelompok maksimal Rp 25 miliar,” tegasnya. (zw)

GELAR RAPAT PLENO TERBUKA, KPU JATIM LAKSANAKAN REKAPITULASI HASIL AKHIR VERIFIKASI FAKTUAL SYARAT DUKUNGAN DPD RI

Jajaran Komisioner KPU Jawa Timur Periode 2014-2019

Surabaya, kpujatim.go.id– Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim) menggelar rapat pleno terbuka, di Hotel Elmi Surabaya, Sabtu (18/8). Rapat pleno dalam rangka melaksanakan rekapitulasi hasil akhir verifikasi faktual syarat dukungan perseorangan calon peserta Pemilu Tahun 2019, Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Jawa Timur.

Rapat pleno tersebut dihadiri oleh tujuh orang komisioner KPU Jatim, juga dihadiri oleh bakal calon DPD RI atau pihak penghubung (LO) yang mewakili sebanyak 31 orang. Hadir pula perwakilan dari komisioner dari 38 KPU Kabupaten/Kota.

Ketua KPU Jatim, Eko Sasmito saat membuka acara rapat pleno menegaskan bahwa syarat dukungan menjadi syarat pokok dalam pendaftaran bakal calon DPD. Dia menyebutkan, bukan hanya menyangkut syarat calon tetapi menyangkut persyaratan calonnya,  dimana telah dilalui beberapa kali proses perbaikan.

Dia menerangkan, dalam proses awal ada sebanyak 46 orang bakal calon yang memasukkan data di Sistem Informasi Pencalonan (Silon). Berikutnya, pada proses penerimaan hanya sejumlah 43 orang bakal calon yang menyerahkan syarat dukungan. Lalu, melalui proses verifikasi administrasi dan verifikasi faktual serta perbaikan ada sebanyak 31 orang bakal calon.

“Hasilnya untuk yang 9 calon MS (Memenuhi Syarat) dan 22 TMS (Tidak Memenuhi Syarat). Kemudian setelah dilakukan proses perbaikan kedua, hasilnya 20 calon yang memperbaiki dan 2 calon tidak melakukan perbaikan,” ujarnya.

Jadi berdasarkan hasil akhir verifikasi faktual syarat dukungan perseorangan ada 29 orang bakal calon yang Memenuhi Syarat. Yakni, Syaiful Ismail, A. Agus Patminto, Abdul Qadir Amir Hartono, Achmad Nurul Ilmi, Achmad Rusyad Manfaluti, Adilla Azis, Alfa Isnaeni, Andi Yuwono, Ahmad Mujahid Ansori, Ahmad Nawardi, Enrico W.R. Tambunan, Evi Zainal Abidin, Emilia Contessa, Fairouz Huda, Fatihul Faizun, Harbiah Salahuddin, Imam khodri, AA La Nyalla Mahmud Mattaliti, Mashudi, Misbahul Munir, Mohammad Trijanto, Muhamad Koderi, Nadjib Hamid, Pudjo Basuki, Purwo Ali, Sonhadji Zainudin, Suhandoyo, Supriasto,  dan Zaiful Anam. Dan bakal calon yang Tidak Memenuhi Syarat adalah Aziz Hermanto dan Rachmat Harsono.

Pria yang akrab dipanggil Eko ini menambahkan pula, para bakal calon DPD RI yang memenuhi syarat selanjutnya akan diundang kembali untuk penyampaian berita acara kepada Calon DPD. Tahapan selanjutnya adalah proses kelengkapan sebagai proses pendaftaran peserta pemilu tahun 2019.

“Kami juga masih memberikan beberapa catatan untuk bakal calon, dalam pencalonan DPR RI di Dapil Jawa Timur,” pungkasnya.

DUA ANGGOTA KPU JATIM YANG BARU TERPILIH, HARI INI DILANTIK KPU RI

insert : Dua Komisioner KPU Provinsi Jawa Timur yang baru (berbaju hitam)

Surabaya, kpujatim.go.id– Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) menetapkan dua anggota KPU Jawa Timur (KPU Jatim) periode 2014 – 2019 (Penambahan). Kedua Komisioner tambahan tersebut, diagendakan bakal dilantik dan diambil sumpah jabatannya di kantor KPU RI Jakarta, Kamis (16/8) pukul 16.00 WIB.

Adapun kedua Anggota KPU Jatim hasil penambahan yang ditetapkan berdasar surat KPU RI nomor 894/PP.06-Pu/05/VIII/2018 tersebut yakni Rochani, S.Pi, M.P dan Insan Qoriawan, S.Si. Keduanya sudah dipastikan berada di Jakarta untuk mengikuti prosesi pelantikan.

Rochani sendiri sebelumnya menjabat sebagai Ketua KPU Kota Batu, sedangkan Insan Qoriawan sendiri merupakan anggota KPU Kabupaten Pasuruan. Sementara itu, dua orang lainnya masuk dalam daftar cadangan yakni, Athoillah asal Kabupaten Jombang (urut 3) dan Agus Edi Winarto asal Kabupaten Kediri (urut 4).

Kabag Program, Data, Organisasi dan Sumber Daya Manusia (SDM) KPU Jatim, Suharto, menyatakan untuk dua orang Komisioner KPU Jatim yang penambahan sudah diumumkan sejak Rabu (15/8) malam. Selanjutnya, keduanya akan dipanggil oleh KPU RI untuk mengikuti prosesi pelantikan.

“Informasi yang masuk, untuk dua Komisioner yang baru dari hasil penambahan akan dilantik hari ini di Jakarta pukul 16.00 WIB,” ujarnya.

Pria yang akrab dipanggil Totok ini menambahkan, pihaknya sudah menyiapkan sarana atau tempat dan ruangan bagi dua Komisioner yang baru tersebut. Sebanyak dua ruangan sudah disiapkan yang selanjutnya, akan dipakai atau ditempati oleh komisioner yang baru guna menunjang kinerja yang maksimal.

“Untuk ruangan kantor kedua Komisioner yang baru sudah Kami siapkan, tinggal nanti bisa langsung masuk dan dipakai saja kalau sudah mulai ngantor,” pungkasnya.

PPS BENARESEP TIMUR LAKUKAN RAPAT PLENO PENETAPAN DPT PEMILU 2019

insert : Suasana penetapan DPT oleh PPS desa Benaresep Timur

Lenteng, kpusumenep.go.id – Malam ini Minggu (12/8) PPS desa Benaresep Timur melaksanakan tahapan Rapat Pleno penetapan DPT yan bertempat di Kantor Skretariat PPS. dimana dalam penetapan tersebut dihadiri oleh PPL dan juga aparatur desa.

Dari jumlah pemilih Dalam DPSHP sebanyak 3.326 yang terdiri jumlah laki-laki 1.585 dan perempuan 1.741. Dimana data tersebut dalam penyusunan DPT mengalami perubahan. Dikarenan terdapat TMS sebanyak 2 orang berjenis kelamin laki laki (1 meninggal 1 ganda). Dan terdapat pemilih baru 1 orang tutur Dian Firmansyah selaku PPS yang membidangi DPT. Sehingga dalam Rapat Pleno DPT  PPS banaresep timur pukul 21.00 WIB ditetapkan jumlah pemilih pada Pemilu 2019  sebanyak 3.325 yang terdiri jumlah laki laki sebanyak 1.583 dan perempuan 1.742  ada pengurangan sebanyak (1)  satu orang pemilih Tutup Dian. Ferdiansyah Benaresep Barat Lenteng

KPU SUMENEP ; SINGGAH KE KANTOR SEKRETARIAT PPS

insert : petugas verifikator (nomor dua dari kanan) singgah ke kantor sekretariat PPS desa Benaresep Timur Kec. Lenteng

kpusumenep.go.id,- Disela- sela melakukan verifikasi dukungan perseorangan untuk calon anggota DPD Provinsi Jawa Timur, Heru Budianto salah satu tim verifikasi dari KPU Kabupaten Sumenep menyempatkan  singgah untuk beristirahat di kantor Sekretariat PPS desa Benaresep Timur Kecamatan lenteng Sumenep.

Disampaikan oleh Moh.Tuffa selaku ketua PPS desa Benaresep Timur, Desa Benaresep Timur adalah satu-satunya PPS di kecamatan Lenteng yang memiliki kantor sekretariat sendiri, jadi terpisah dengan kantor desa “jelasnya”. kantor kami ada di persimpangan jalan desa yang tentunya ramai dan juga strategis, sehingga memudahkan dalam pengawasan dan pengamanan, lanjut Tuffa.

Pada saat petugas verifikator datang di kantor PPS, tampak sejumlah warga berkumpul di ruang tamu kantor sedang melakukan diskusi dan koordinasi tentang daftar pemilih yang saat ini sedang dalam tahap pencermatan. jadi bagi warga masyarakat yang merasa namanya tidak masuk dalam daftar DPS HP yang kita tempel kan di tempat-tempat strategis, sialahkan berkoordinasi dengan kami, nantinya akan kita masukkan ke dalam DPS HP hasil pencermatan dan akan kami laporkan secara berjenjang ke KPU Kabupaten Sumenep terang  Dian Firmansah selaku anggota PPS desa Benaresep Timur yang menggawangi DPT. (Hr) 

« Older Entries