PPK GAYAM GELAR UJI PUBLIK

Gayam,-.  Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Gayam Kabupaten Sumenep Jawa Timur. Menggelar uji publik Daftar Pemilih Sementara (DPS) pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep Serentak Lanjutan Tahun 2020.

Acara tersebut, dilaksanakan di Kantor Sekretariat PPK Gayam, dengan melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Gayam (Forkopimka), Panwaslu Kecamatan, Pengurus Partai Politik, Tokoh Masyarakat dan ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Se Kecamatan Gayam. Minggu, (27/09/20)

Ketua PPK Gayam, Misyanto menyampaikan bahwa uji publik merupakan rentetan tahapan dalam pelaksanakan pilkada 2020, menurutnya dengan adanya upaya pelaksanakan uji publik pihaknya meminta agar sama -sama menilisik elemen data demi menghasilkan akurasi daftar pemilih.

” Uji publik ini akan menerima beberapa masukan dan tanggapan masyarakat, jika memang ada yang diusulkan, kami tampung dan ditindak lanjuti,” ujarnya.

Selanjutnya, ia juga menyampaikan bahwa uji publik tersebut dilakukan dari tingkat PPS. “Alhamdulillah PPS Se-Kecamatan Gayam serentak melaksanakan uji publik tersebut pada tanggal 22 September,” Imbuhnya.

Hasil uji publik yang tertuang diberita acara rekapitulasi berjuamlah 330 pemilih, dengan rincian kesalahan elemen data pemilih berjumlah 38 orang, sedangkan pemilih yang belum terdaftar sebanyak 88 orang, dan pemilih tidak memenuhi syarat berjumlah 204 orang.

Di tempat yang sama, Divisi OSDM Panwaslu Kecamatan Gayam, Trisno menegaskan agar validasi data pemilih benar-benar diperhatikan. Menurutnya, hal ini ditegaskna agar tidak ada permasalahan dikemudian hari.

“Saya harap PPS harus memperhatikan betul, jika memang ada data tms atau pemilih baru, silahkan segera ditindak lanjuti,” pesannya.

Tidak hanya itu, Peria Kelahiran Jambuir tersebut juga meminta agar kawan-kawan penyelenggara tetap berupaya untuk koordinasi, terutama pada saat tahapan terkait data pemilih.

“Kami juga akan menegaskan pada PK/D untuk berkoordinasi, jika nanti ada temuan data pemilih yang tidak masuk DPS atau sudah TMS, agar bisa langsung di tindak lanjuti oleh PPS,” ungkap aktivis Pramuka itu. (QQ)